News Tideng Pale — Suasana penuh semangat mewarnai kawasan pesisir Tanjung Batu, Tarakan, saat dilangsungkannya Panen Raya Rumput Laut 2025, Jumat (31/10). Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir sekaligus bukti nyata sinergi antara Kodaeral XIII (Komando Daerah Angkatan Laut XIII) dengan warga nelayan setempat dalam membangun ketahanan ekonomi maritim.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tarakan, yang secara langsung memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kodaeral XIII atas kontribusinya dalam mendampingi masyarakat pesisir mengembangkan budidaya rumput laut. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi masyarakat dapat tumbuh kuat jika ada pendampingan berkelanjutan,” ujarnya dalam sambutan.
Baca Juga : Cegah Penyakit Kaki Gajah, Puskesmas Tideng Pale Datangi Sekolah Berikan Obat Cacing ke Siswa
Dorongan Pemerintah Daerah untuk Kemandirian Pesisir
Pemerintah Kota Tarakan menilai, potensi rumput laut di kawasan Tanjung Batu memiliki nilai strategis sebagai komoditas unggulan daerah. Dengan hasil panen kali ini mencapai puluhan ton basah, rumput laut diharapkan menjadi sektor yang mendorong pemulihan ekonomi daerah pascapandemi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga pesisir.
“Budidaya rumput laut bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Wakil Wali Kota. Ia juga menekankan pentingnya inovasi pascapanen dan penguatan rantai distribusi agar nilai jual komoditas ini meningkat.
Peran Aktif Kodaeral XIII dalam Pembinaan Maritim
Kodaeral XIII diketahui telah aktif dalam berbagai program pembinaan potensi maritim (Binpotmar), termasuk pelatihan teknis budidaya, pengendalian hama, serta pemasaran hasil laut. Dukungan dari unsur TNI AL ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara militer dan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis sumber daya kelautan.
Komandan Kodaeral XIII menyampaikan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta pemberdayaan masyarakat pesisir. “Kami tidak hanya menjaga laut dari ancaman, tapi juga ingin membantu masyarakat memanfaatkan laut secara berkelanjutan,” tegasnya.
Langkah ke Depan: Hilirisasi dan Ekspor Rumput Laut
Ke depan, Pemerintah Kota Tarakan bersama Kodaeral XIII berencana mendorong program hilirisasi rumput laut, termasuk pengolahan menjadi bahan dasar kosmetik dan farmasi. Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan volume ekspor ke negara-negara Asia Timur yang selama ini menjadi pasar utama.
Dengan dukungan sinergis antara pemerintah, TNI AL, dan masyarakat, Tanjung Batu diharapkan semakin dikenal sebagai sentra produksi rumput laut unggulan di Kalimantan Utara. Panen raya 2025 ini menjadi simbol harapan baru bagi ekonomi pesisir yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.









