News Tideng Pale – Masyarakat Suku Tidung kembali menggelar tradisi Tulak Bala secara serentak pada tahun 2025. Upacara adat yang menjadi warisan budaya turun-temurun ini berlangsung khidmat sekaligus meriah, dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, tokoh adat, hingga pemerintah daerah.

Makna Tradisi Tulak Bala
Baca Juga : Puspem Tana Tidung Usung Konsep Modern, Kabel Bawah Tanah dan Ornamen Motif Tidung
Tulak Bala merupakan ritual adat Suku Tidung yang sarat makna spiritual. Tradisi ini digelar sebagai bentuk doa bersama untuk menolak bala, menjauhkan bencana, dan memohon keselamatan bagi masyarakat. Prosesi biasanya dilakukan dengan doa, taburan bunga, hingga penyajian makanan tradisional sebagai simbol rasa syukur dan harapan.
Tokoh adat Suku Tidung menjelaskan bahwa tradisi ini telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu dan masih dijaga hingga kini. “Tulak Bala bukan sekadar ritual, tetapi juga pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan, doa, dan penghormatan terhadap leluhur,” ujarnya.
Digelar Serentak di Seluruh Wilayah
Uniknya, pada 2025 ini tradisi Tulak Bala digelar secara serentak di berbagai kecamatan di Kabupaten Tana Tidung. Pelaksanaan serentak ini bertujuan memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mempererat solidaritas masyarakat.
Ratusan warga berkumpul di lokasi pelaksanaan untuk mengikuti doa bersama, menyaksikan prosesi adat, hingga menyemarakkan kegiatan dengan pertunjukan seni khas Tidung.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Tana Tidung menyambut baik pelaksanaan Tulak Bala serentak ini. Menurutnya, tradisi ini tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kearifan lokal Suku Tidung kepada masyarakat luas.
“Tradisi Tulak Bala adalah aset budaya yang harus terus dilestarikan. Pemerintah daerah mendukung penuh agar kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang dapat mengangkat potensi budaya dan pariwisata Tana Tidung,” ujarnya.
Antusiasme Generasi Muda
Menariknya, generasi muda Suku Tidung turut berperan aktif dalam prosesi Tulak Bala tahun ini. Mereka terlibat sebagai pelaksana acara, penampil seni, hingga dokumentasi digital untuk menyebarluaskan nilai budaya melalui media sosial. Hal ini menjadi bukti bahwa tradisi leluhur tetap relevan di era modern.
Penutup
Pelaksanaan Tradisi Tulak Bala 2025 di Tana Tidung menunjukkan betapa kuatnya masyarakat menjaga identitas budaya sekaligus membangun kebersamaan. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi generasi muda, tradisi ini tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga potensi besar dalam mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kalimantan Utara.










