News Tideng Pale — Pembangunan Rumah Adat Tidung di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, yang sempat mengalami keterlambatan, dipastikan akan kembali dilanjutkan. Kepala Desa Tideng Pale menegaskan proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2025 sebagai simbol pelestarian budaya lokal.

Proyek Sempat Tersendat
Pembangunan rumah adat tersebut sebelumnya sempat tertunda akibat sejumlah kendala, termasuk keterbatasan anggaran dan faktor teknis. Meski begitu, pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proyek karena keberadaan rumah adat memiliki nilai penting sebagai identitas masyarakat Tidung.
Baca Juga : Ekonomi Tana Tidung Kaltara Tumbuh 5,35 Persen, Sektor Sekunder jadi Pendorong Utama
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pihak terkait. Insyaallah akhir 2025 bisa selesai sesuai target,” kata Kepala Desa Tideng Pale.
Simbol Identitas Budaya Tidung
Rumah Adat Tidung bukan hanya sekadar bangunan, melainkan simbol sejarah, nilai kearifan lokal, serta pusat kegiatan kebudayaan masyarakat. Dengan adanya rumah adat ini, diharapkan generasi muda lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri.
Selain itu, keberadaan rumah adat juga diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Tana Tidung.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menyambut baik kelanjutan pembangunan rumah adat ini. Menurutnya, proyek tersebut sejalan dengan program daerah dalam melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
“Rumah Adat Tidung di Tideng Pale nantinya bisa menjadi pusat kegiatan adat sekaligus ikon budaya di Kaltara,” ujar salah satu pejabat kabupaten.
Harapan Masyarakat
Masyarakat Tideng Pale menyambut positif janji penyelesaian pembangunan rumah adat ini. Mereka berharap agar rumah adat benar-benar bisa difungsikan sebagai tempat acara adat, pertemuan budaya, serta wadah edukasi bagi generasi muda.
“Rumah adat adalah warisan leluhur. Kami ingin anak cucu kami tetap mengenal akar budaya Tidung,” ucap seorang tokoh masyarakat.
Target Rampung Akhir 2025
Dengan adanya dukungan berbagai pihak, pembangunan rumah adat diharapkan tidak lagi mengalami hambatan. Kepala Desa menegaskan bahwa penyelesaian proyek menjadi prioritas dan diyakini bisa selesai sesuai jadwal.
Rumah Adat Tidung di Tideng Pale diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Tana Tidung sekaligus memperkuat jati diri budaya Kalimantan Utara di tingkat nasional.











