News Tideng Pale – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Djoesoef Abdullah segera memiliki wajah baru. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kabupaten Tana Tidung tengah merancang penambahan elemen estetika berupa pembangunan siring dan landmark modern di kawasan tersebut. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, sekaligus memperkuat fungsi RTH sebagai ruang publik yang nyaman, indah, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Tampilan-di-lapangan-RTH-Djoesoef-Abdullah-Tideng-Pale-dth.jpg)
Rencana Penataan Baru untuk RTH Kebanggaan Tana Tidung
RTH Djoesoef Abdullah selama ini dikenal sebagai salah satu ruang terbuka yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, rekreasi, hingga kegiatan komunitas. DPUPR Perkim menilai perlunya peningkatan estetika agar kawasan tersebut semakin representatif sebagai ikon kota yang ramah pengunjung.
Baca Juga : Peringati Hari KORPRI, ASN di Tana Tidung Diminta Melek Teknologi
Penambahan siring atau jalur pedestrian tepi sungai dirancang untuk mempercantik lanskap sekaligus memberi area bagi masyarakat untuk berjalan santai, menikmati panorama, dan bersantai di area terbuka. Desainnya akan disesuaikan dengan karakter alam Tana Tidung agar harmonis dengan lingkungan.
Selain itu, pembangunan landmark baru juga tengah dipersiapkan. Landmark tersebut ditargetkan menjadi titik swafoto dan simbol baru ruang publik, yang dapat menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun luar daerah.
Dorong Aktivitas Sosial dan Perekonomian Lokal
DPUPR Perkim menjelaskan bahwa penataan estetika bukan hanya soal menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menciptakan ruang yang mendukung berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Dengan adanya jalur pedestrian, area duduk, dan titik kumpul baru, masyarakat akan lebih nyaman berkegiatan seperti berolahraga pagi, berinteraksi sosial, hingga menikmati kuliner lokal yang biasa hadir di sekitar kawasan.
“RTH ini harus menjadi ruang hidup bagi masyarakat. Penataan estetika akan memperkuat fungsinya sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan menarik,” ujar perwakilan DPUPR Perkim.
Para pelaku UMKM juga diprediksi akan mendapatkan manfaat dari peningkatan kunjungan ke kawasan tersebut. Dengan ruang yang lebih tertata, peluang ekonomi dan aktivitas wisata diperkirakan akan meningkat.
Wujudkan Ruang Publik yang Ramah Lingkungan
Dalam rencana penataannya, DPUPR Perkim juga menekankan prinsip ramah lingkungan. Penambahan area hijau, tata pencahayaan hemat energi, hingga material pembangunan yang berkelanjutan akan menjadi perhatian utama. Upaya ini selaras dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan ruang kota yang indah namun tetap menjaga kelestarian alam.
Masyarakat Antusias Sambut Rencana Penataan
Warga Tana Tidung menyambut baik rencana tersebut, mengingat RTH Djoesoef Abdullah sudah menjadi titik favorit untuk rekreasi keluarga. “Kalau ada siring dan landmark baru, pasti lebih bagus dan makin ramai,” ujar salah satu warga.
DPUPR Perkim menargetkan tahap awal perencanaan selesai dalam waktu dekat, sebelum memasuki proses pembangunan bertahap.
Dengan penambahan siring dan landmark baru, RTH Djoesoef Abdullah diproyeksikan menjadi ruang publik yang lebih modern, estetis, dan mampu memperkuat identitas Kabupaten Tana Tidung sebagai daerah yang tumbuh dengan kualitas lingkungan dan tata ruang yang baik.









