News TIdeng Pale – Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, kini mulai dilirik sebagai salah satu daerah dengan potensi ekonomi baru di Indonesia. Dalam sebuah forum pembangunan daerah yang digelar pada Sabtu (16/8/2025), Bupati Tana Tidung memaparkan sejumlah peluang ekonomi strategis yang dapat menjadi sumber pertumbuhan daerah, mulai dari pengelolaan aset pemerintahan, gas alam, tambang mineral, hingga potensi perdagangan karbon.

Menurut Bupati, Tana Tidung tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya alam, tetapi juga posisi strategis yang dapat mendukung investasi. “Kami melihat ada empat sektor utama yang bisa menjadi lokomotif ekonomi daerah: optimalisasi aset pemerintahan, pemanfaatan sumber daya gas, potensi tambang, dan perdagangan karbon. Semua ini jika dikelola dengan baik akan berdampak besar pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Sejarah Kabupaten Tana Tidung, dari Tana Tidoengsclanden hingga jadi Daerah Otonom
Aset Pemerintahan sebagai Sumber PAD
Salah satu fokus pemerintah daerah adalah pengelolaan aset pemerintahan yang selama ini belum dimaksimalkan. Gedung, lahan, dan fasilitas publik akan diinventarisasi ulang untuk kemudian dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Bupati menegaskan, aset daerah tidak boleh menjadi beban, tetapi harus diubah menjadi kekuatan ekonomi. “Kita ingin aset pemerintah daerah bisa digunakan untuk investasi produktif, kerja sama dengan swasta, atau dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi,” jelasnya.
Gas dan Tambang Jadi Sektor Andalan
Selain itu, Tana Tidung juga menyimpan potensi besar di sektor energi, khususnya gas alam dan tambang mineral. Beberapa perusahaan energi disebut sudah melakukan penjajakan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan infrastruktur dan eksplorasi.
Potensi ini, jika dikelola dengan prinsip keberlanjutan, diyakini dapat memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan, baik melalui investasi maupun penciptaan lapangan kerja baru.
Perdagangan Karbon, Potensi Baru dari Lingkungan
Di era transisi energi dan isu perubahan iklim, perdagangan karbon menjadi salah satu peluang ekonomi hijau yang tengah dikaji. Dengan luasnya kawasan hutan di Tana Tidung, daerah ini dinilai punya kapasitas besar untuk menjadi bagian dari skema perdagangan karbon, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Potensi karbon ini bukan hanya soal uang, tapi juga menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Kita ingin pembangunan Tana Tidung tetap ramah lingkungan,” tambah Bupati.
Perlu Dukungan Regulasi dan Investasi
Meski peluangnya besar, pemerintah daerah menyadari bahwa optimalisasi potensi tersebut memerlukan dukungan regulasi yang jelas, infrastruktur memadai, serta keterlibatan swasta dan masyarakat. Pemkab Tana Tidung berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan.
Bupati juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan daerah melalui inovasi, pendidikan, dan kewirausahaan. “Masa depan Tana Tidung ada di tangan anak muda. Mereka harus siap mengambil bagian dalam transformasi ekonomi ini,” tegasnya.
Penutup
Dengan empat sektor andalan—aset pemerintahan, gas, tambang, dan karbon. Tana Tidung memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Utara. Jika dikelola dengan tata kelola yang baik. Potensi ini tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat.









