, ,

Berikan Panggung Petani Kakao, Bupati Bulungan Inginkan Festival Cokelat Jadi Ajang Lomba Antar Desa

by -564 Views
cek disini

News Tideng Pale — Bupati Bulungan, Syarwani, menginginkan agar Festival Cokelat yang digelar di daerahnya tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga wadah kompetisi antar desa untuk meningkatkan kreativitas petani kakao. Ia menilai, ajang ini harus menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian lokal dan memperkuat posisi Bulungan sebagai salah satu sentra kakao potensial di Kalimantan Utara.

Berikan Panggung Petani Kakao, Bupati Bulungan Inginkan Festival Cokelat  jadi Ajang Lomba Antar Desa - Tribunkaltara.com
Berikan Panggung Petani Kakao, Bupati Bulungan Inginkan Festival Cokelat Jadi Ajang Lomba Antar Desa

Dorong Kreativitas dan Nilai Tambah Petani

Dalam sambutannya saat membuka Festival Cokelat Bulungan 2025 di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Senin (28/10/2025), Syarwani mengatakan bahwa kakao telah lama menjadi komoditas penting di beberapa kecamatan, seperti Peso, Sekatak, dan Tanjung Palas. Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya dimaksimalkan, terutama dalam hal inovasi pengolahan dan pemasaran.

Baca Juga : Rp 28, Miliar untuk Tingkatkan Jalan Tanjung Selor – Tanjung Palas Timur, Target Selesai Tepat Waktu

“Festival ini jangan berhenti pada pameran saja. Kita ingin setiap desa yang memiliki petani kakao bisa ikut berkompetisi — mulai dari kualitas biji, olahan cokelat, hingga produk turunannya. Dengan begitu, semangat petani akan tumbuh dan inovasi bisa lahir dari desa,” ujarnya.

Ia menekankan, produk kakao lokal Bulungan memiliki cita rasa khas dan kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong pembentukan koperasi dan pelatihan pengolahan hasil kakao agar nilai tambahnya meningkat.

Kolaborasi Pemerintah, Petani, dan UMKM

Kepala Dinas Pertanian Bulungan, Ramlah, menambahkan bahwa festival ini diikuti oleh puluhan pelaku usaha kecil, kelompok tani, dan pelajar yang menampilkan berbagai produk olahan berbasis cokelat, seperti choco bar, minuman cokelat, hingga produk kosmetik alami. Selain lomba produk olahan, juga digelar kontes buah kakao terbaik dan pelatihan fermentasi.

“Kami ingin memperkuat kolaborasi antara petani, pelaku UMKM, dan pihak swasta agar rantai produksi kakao di Bulungan lebih efisien dan berkelanjutan,” kata Ramlah.

Menurutnya, peningkatan kualitas produksi tidak hanya berdampak pada ekonomi petani, tetapi juga membuka peluang pariwisata agro di masa depan. “Festival seperti ini bisa menjadi daya tarik baru, di mana wisatawan tidak hanya berkunjung, tapi juga belajar tentang proses pembuatan cokelat,” tambahnya.

Wujud Kebanggaan dan Identitas Daerah

Bupati Syarwani berharap, Festival Cokelat Bulungan dapat menjadi agenda tahunan yang membanggakan daerah serta menjadi ajang promosi bagi produk-produk lokal ke tingkat nasional. Ia juga mengusulkan agar tahun depan kegiatan ini dikemas dengan konsep lomba antar desa, menilai kreativitas dan inovasi petani dalam mengolah hasil kakao.

“Kalau setiap desa punya semangat berkompetisi, saya yakin kualitas dan semangat petani akan meningkat. Ini bukan hanya tentang ekonomi, tapi juga tentang kebanggaan terhadap hasil bumi kita sendiri,” tegasnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, Festival Cokelat di Bulungan diharapkan menjadi titik awal kebangkitan sektor kakao lokal — sekaligus memberikan panggung bagi para petani untuk menunjukkan karya terbaik mereka dari tanah Bumi Tenguyun.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.