News Tideng Pale — Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Permukiman (PUPR Perkim), tengah menyelesaikan proyek pembangunan trotoar sepanjang 900 meter. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar dan disebut sebagai salah satu program prioritas tahun ini untuk meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pejalan kaki.

Pembangunan untuk Keselamatan dan Estetika Kota
Kepala Dinas PUPR Perkim Tana Tidung, (nama pejabat disesuaikan), menjelaskan bahwa pembangunan trotoar berlokasi di kawasan strategis yang tingkat mobilitas warganya cukup tinggi. Trotoar tersebut dirancang dengan lebar standar dan dilengkapi drainase untuk mencegah genangan air.
Baca Juga : Hari Ini Dua Oknum Anggota DPRD Bulungan Dipanggil Polda Kaltara, Tindaklanjuti Dugaan Pengeroyokan
“Kami membangun trotoar ini bukan hanya untuk memperindah kawasan, tetapi yang utama adalah memberikan fasilitas aman bagi pejalan kaki, khususnya pelajar dan masyarakat yang beraktivitas setiap hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan trotoar menjadi bagian dari upaya Pemkab dalam memperbaiki tata ruang dan mendorong lingkungan yang lebih ramah pejalan kaki.
Target Rampung Tepat Waktu
Proyek trotoar sepanjang 900 meter ini ditargetkan selesai dalam beberapa minggu ke depan. Pihak kontraktor disebut telah meningkatkan intensitas pekerjaan agar penyelesaian sesuai jadwal dan standar mutu yang ditetapkan.
“Progress pembangunan sudah mencapai lebih dari 60 persen. Kami optimistis rampung tepat waktu karena cuaca juga cukup mendukung,” jelasnya.
Selain trotoar, pekerjaan pendukung seperti pemasangan kanstin, pemadatan tanah, hingga pengecoran bertahap juga dilakukan untuk memastikan daya tahan konstruksi mampu menopang aktivitas jangka panjang.
Respons Warga dan Harapan ke Depan
Sejumlah warga mengapresiasi pembangunan trotoar tersebut. Mereka menilai fasilitas itu sangat dibutuhkan, terutama pada jalur yang sering dilewati kendaraan besar.
“Kalau ada trotoar, pejalan kaki jadi lebih aman. Selama ini kami harus berjalan di pinggir jalan yang cukup berbahaya,” kata salah seorang warga.
Pemkab Tana Tidung berharap pembangunan trotoar ini menjadi langkah awal dari penataan wilayah yang lebih menyeluruh.
“Kami ingin menciptakan kawasan Tana Tidung yang tertib, aman, dan nyaman. Pembangunan infrastruktur dasar seperti ini adalah pondasi penting,” tambah Kepala Dinas.
Dengan anggaran Rp 1,5 miliar, program ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas ruang publik di wilayah tersebut. Pemerintah juga berencana melanjutkan pembangunan trotoar di titik-titik lain pada tahun anggaran berikutnya.









