, ,

Gubernur Tegaskan Proses Seleksi Sekprov Kaltara Bebas Intervensi dan Diskriminasi

by -261 Views
cek disini

News Tideng Pale – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang, memberikan penegasan tegas menanggapi munculnya isu miring terkait proses seleksi terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekprov) Kaltara. Ia menyatakan bahwa proses ini berjalan murni, transparan, dan bebas intervensi pihak mana pun, termasuk dirinya sendiri.

Soal Isu Miring Pelaksanaan Selter Sekprov Kaltara, Begini Penegasan Gubernur Zainal - Radar Tarakan
Gubernur Tegaskan Proses Seleksi Sekprov Kaltara Bebas Intervensi dan Diskriminasi

“Semua panitia seleksi berasal dari pusat, baik dari Kementerian Dalam Negeri maupun lembaga terkait. Tidak ada satu pun panitia dari daerah. Sama sekali tidak benar jika dikatakan seleksi ini bisa diatur,” tegas Gubernur Zainal, Rabu (3/9).

Baca Juga :  DPRD Kaltara Komitmen Menerima Saran dan Aspirasi Masyarakat: Tidak Ada Jalur Tersumbat

Dalam forum Rakor bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ormas, Gubernur kembali mengingatkan bahwa tidak ada yang ia arahkan untuk diloloskan. “Saya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk menitip satu atau dua nama. Siapa yang nilainya paling tinggi, itulah yang terpilih,” tegasnya.

Kronologi Tahapan Seleksi

Menurut Antara News, saat ini proses seleksi telah memasuki tahapan penulisan makalah dengan total 7 peserta yang masih bertahan—dan akan berlanjut hingga uji kompetensi selesai. Tahapan ini dirancang untuk mengukur kemampuan analisis strategis calon pejabat serta solusi inovatif mereka, sesuai visi pembangunan daerah.

Selain itu, Wakil Gubernur Ingkong Ala menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, dan objektivitas dalam proses seleksi untuk menghasilkan pejabat dengan kualitas tinggi yang mampu menjawab tantangan birokrasi dan pembangunan di Kaltara.

Isu dan Klarifikasi Putra Daerah

Kelompok seperti AKAMU (Aliansi Masyarakat Adat Dayak Asli Kaltara) sempat menyuarakan mosi tidak percaya karena dua putra daerah dinyatakan gugur di seleksi administrasi. Gubernur menanggapi bahwa gugur bukan akibat diskriminasi, melainkan karena kelalaian dalam pemenuhan berkas persyaratan yang telah diumumkan secara lengkap. “Tidak ada intervensi dari saya, sistem otomatis menolak yang tak lengkap,” tuturnya.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.